Home » Artikel » Teknik Penetasan Telur Burung Walet

Teknik Penetasan Telur Burung Walet

Jan
09
2017
by : Fajar Setiyoko . Posted in : Artikel

Penetasan telur walet dapat dilakukan oleh induk burung walet sendiri atau dapat juga diakukan oleh si pembudidaya burung walet. Sekarang ini berbagai cara dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang bisa digunakan untuk proses pengeraman telur walet.

Tujuan dari penetasan yang dilakukan oleh pembudidaya sendiri tersebut dengan tidak hanya menggunakan induk burung walet sebagai pengeramnya namun dengan cara-cara lain memili beberapa maksud tertentu.

Saat ini suda banyak telur burung walet yang ditetaskan tidak dengan induk burung walet. Kebanyakan telur dibeli dari orang ain untuk ditetaskan sendiri dengan menggunakan cara tertentu. Berbagai cara memang dapat dilakukan meski tanpa induk burung walet.

Misalnya saja adalah membeli telur burung walet di pasar burung. Cara ini bisa dibilang merupakan cara yang mudah, namun cara ini juga kurang efektif. Dikatakan kurang efektif karena bisa jadi telur yang ada di pasar burung tadi belum tentu asalnya dari burung yang berkualitas.

Harga telur walet sendiri di pasar burung bisa terbilang cukup mahal. Cara untuk mendapatkan telur burung walet yang berkualitas dapat dilakukan dengan mendatangi secara langsung para pembudidaya yang memiliki burung walet yang berkualitas dan kemudian telur dibeli dari tempat tersebut.

Ada dua macam cara yang dapat dilakukan untuk menetaskan telur burung walet. Cara yang pertama dilakukan enggan menggunakan alat yaitu alat mesin penetas dan cara yang kedua dengan menggunakan indukan burung sriti. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak beberapa ulasan berikut ini:

1. Penetasan Telur Walet dengan Menggunakan Mesin Penetas

penetasan telur walet dengan mesin penetas

Telur walet yang menetas di dalam mesin penetas

Mesin penetas telur ini dapat digunakan sepanjang waktu, memang penggunaannya perlu pengetahuan. Namun tidak sulit untuk menjalankannya. Mesin penetas dapat digunakan untuk mengeram dan juga untuk menetaskan telur. Mesin penetas telur ini biasanya terbuat dari tripleks yang kemudian dibentuk sesuai dengan keinginan.

Peralatan pelengkap yang harus disiapkan yang harus ada pada mesin penetas telur yaitu bohlam sejumlah 3 hingga 4, banyaknya bohlam disesuaikan dengan keinginan. Peralatan selanjutnya yaitu termometer atau alat pengukur suhu yang nantinya diletakkan di dalam mesin untuk memantau suhu dalam mesin, peralatan lainnya yaitu alat pengukur kelembaban untuk mengukur kelembaban dalam mesin.

Suhu dan kelembaban dalam mesin harus disesuaikan dengan yang suh dan kelembaban alaminya. Suhu yang baik untuk mengerami telur ini sekitar 36⁰ Celsius dan kelembaban yang baik untuk mengerami telur adalah sekitar 65%. Lamanya penetasan telur burung walet ini jika menggunakan mesin penetas yaitu kurang lebih 16 hari.

Dengan menggunakan telur penetas kita harus rajin membolak-balik telur burung walet setiap harinya selama 2 hingga 3 kali di waktu pagi dan sore hari. Untuk telur yang berusia 5 hingga 7 hari bisa dilakukan pengecekan, jika ada darah yang berkumpul di tengah menandakan telur tersebut masih hidup, jika telus rata tanpa adanya titik darah pada tengah telur menandakan telur tersebut mati.

2. Penetasan Telur Walet dengan Menggunakan Indukan Burung Sriti

Penetasan Telur Walet dengan burung sriti

Penetasan Telur Walet dengan Burung Sriti

Teknik penetasan telur burung walet dengan menggunakan indukan burung sriti ini dilakukan dengan cara menggantikan telur seriti dengan telur burung walet. Ketika proses menukar telur ini dilakukan dengan cara tertentu tidak sembarang cara dilakukan, ini agar nantinya burung seriti mau mengerami telurnya.

Penggantian telur di saat indukan burung seriti tidak ada di sarangnya. Di saat pengambilan telur burung walet maupun telur sriti harus dilakukan dengan menggunakan alat, misalnya saja dengan menggunakan sarung tangan atau dengan alat bantu seperti sendok yang dibalik dengan kertas tisu.

Jangan melakukan pengambilan dan peletakan telur dengan tangan kosong saja, hal ini perlu dihindari untuk mencegah adanya bau asing yang membuat indukan burung seriti tidak mau mengerami telurnya.

Jika sempat terjadi, telur tersebut tidak akan jadi ditetaskan oleh indukan seriti. Waktu penetasan oleh indukan burung seriti ini kurang lebih 22 hari. Setelah telur menetas anakan burung walet dapat dibiarkan begitu saja tinggal di sarang seriti hingga siap terbang kemudian diambil atau dengan membesarkannya sendiri setelah telur tersebut menetas.

Banyak cara untuk menetaskan telur burung walet. Meski yang paling berharga adalah sarang burung walet, tujuan dari melakukan penetasan telur burung walet ini tidak lain untuk menambah populasi burung walet dalam gedungnya. Dengan bertambahnya burung maka berarti juga akan menambah produksi sarang walet.

Leave a Reply

Kontak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan pada Menu Kontak yang telah Kami sediakan.
Distributor Sarang Walet Terpercaya & Profesional
Yogyakarta
Phone 085725510616
Copyright © 2016