Home » Artikel » Cara Membuat Pakan Alami Burung Walet

Cara Membuat Pakan Alami Burung Walet

Dec
27
2016
by : Fajar Setiyoko . Posted in : Artikel

Pakan burung walet adalah salah satu faktor yang menjadi penentu dari berlangsungnya budidaya atau ternak burung walet. Seperti halnya burung walet yang sebenarnya merupakan burung liar yang hidup dengan mencari makanan sendiri.

Untuk memperoleh sarang yang berkualitas dari burung walet yang dibudidayakan pengelola harus memperhatikan persediaan makanan dari burung walet tersebut. Untuk itu pengelola diharuskan juga menyiapkan persediaan makanan tambahan untuk burung walet terutama pada saat musim kemarau berlangsung.

Kebiasaan burung walet untuk mencari makanan sendiri di alam tidak dapat dihilangkan. Sejak fase kecil (piyik) burung walet telah terlatih untuk belajar menangkap serangga sendiri sambil terbang. Jadi serangga yang menjadi makanan burung walet merupakan serangga yang dapat beterbangan.

Jenis serangga yang disukai oleh burung walet antara lain serangga bersayap seperti laron, semut bersayap, lalat, wereng, capung, belalang, dan serangga kecil lainnya. Umumnya ukuran serangga yang menjadi makanan burung walet adalah serangga dengan ukuran 0.2 – 2.5 milimeter.

Karena itu jika Anda berkeinginan untuk membangun rumah sarang walet, dianjurkan lokasi tersebut dekat dengan sumber makanan alami burung walet seperti area persawahan, sungai, padang rumput, rawa-rawa, dan tempat-tempat lain yang tersedia banyak pakan alami burung walet.

Memang pada dasarnya burung walet merupakan jenis burung liar yang mencari makanannya sendiri. Meski demikian, banyak masyarakat yang berhasil membudidayakan burung walet yang salah satu menjadi daya tariknya adalah dengan menyediakan pakan burung walet.

Dengan adanya tambahan pakan alami akan membuat kualitas sarang menjadi lebih baik. Untuk pemberian pakan tambahan untuk burung walet sendiri terdapat dua cara yaitu dengan cara jangka pendek dan cara jangka panjang.

Pakan Burung Walet

Burung Walet

A. Jangka Pendek

Jangka pendek yaitu dengan melakukan penyediaan makanan burung walet untuk jangka waktu tertentu yaitu dari 1 hingga 2 hari saja atau dalam waktu yang dekat. Cara jangka pendek dilakukan dengan menangkap serangga-serangga terbang terlebih dahulu. Serangga-serangga tersebut dapat didapatkan di tempat penjualan pakan burung, atau bisa juga dengan menangkap serangga-serangga yang ada di sekitar kita.

Serangga di sekitar kita yang dapat dijadikan sebagai pakan burung walet di antaranya seperti semut bersayap, laron, capung, kutu loncat, hama wereng padi, belalang, dan serangga kecil lainnya yang banyak tersebar di area persawahan maupun tempat-tempat lain yang sejenis.

B. Jangka Panjang

Cara jangka panjang digunakan untuk menghasilkan serangga dalam jangka waktu panjang dan berkelanjutan. Cara ini dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan tersedianya makanan alami dari alam saat akan berlangsungnya musim kemarau.

Cara jangka panjang dapat dilakukan dengan menanam tanaman tumpang sari, membuat kolam, dan membudidayakan sendiri serangga-serangga sebagai pakan burung walet.

1. Menanam Tanaman Tumpang Sari

Teknik dengan menanam tumpang sari dapat dilakukan dengan melakukannya di sekitar rumah walet pada lahan kosong yang tidak digunakan. Tanaman tumpang sari dapat menghasilkan serangga yang beterbangan pada sekitar tanaman dan juga keuntungan lainnya tanaman tumpang sari nantinya dapat dipanen sendiri hasilnya.

2. Membuat Kolam

Dengan membuat kolam di sekitar rumah burung walet bertujuan untuk menghasilkan serangga-serangga air. Dalam pembuatan kolam sebaiknya diberi tanaman-tanaman air di atasnya. Dengan adanya tanaman air maka perkembangbiakan serangga air dapat meningkat.

3. Budidaya Serangga

Budidaya serangga dapat dilakukan di dalam maupun di luar rumah walet. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menimbun gaplek. Gaplek tersebut ditimbun di sudut ruangan kemudian disiram dengan menggunakan air. Dalam jangka kurang lebih satu bulan akan muncul tanda-tanda kehidupan, seperti adanya kutu-kutu putih dan lain sebagainya.

Kutu-kutu putih yang dihasilkan dari gaplek nantinya akan beterbangan di sekitar timbunan gaplek. Kutu-kutu putih inilah yang akan menjadi makanan alami burung walet.

Jika jumlah kutu putih semakin banyak dan dirasa mengganggu dapat diatasi dengan menggunakan menyiramkan air kapur pada timbunan gaplek tersebut.

Selain gaplek dapat juga dengan menggunakan buah-buahan atau sayur-sayuran busuk yang ditumpuk di sudut ruangan.
Nantinya tumpukan sayur-sayuran atau buah-buahan tersebut akan mendatangkan serangga. Buah-buahan yang dapat digunakan seperti buah pisang, pepaya, sirsak, nanas, dan buah lainnya.

4. Memproduksi Kutu

Kutu merupakan salah satu serangga yang dapat memancing burung walet agar mau tetap tinggal dalam gedung. Serangga seperti kutu merupakan makanan yang sangat digemari oleh burung walet.

Jika di dalam gedung terdapat banyak kutu, maka burung walet akan menetap dan nantinya membuat sarang di gedung tersebut. Jadi, sebaiknya gedung yang akan digunakan untuk tempat budidaya burung walet terdapat banyak kutu di dalamnya.

Cara untuk menghasilkan kutu dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan dedak yang agak kasar, yang memiliki banyak menir dan baunya tidak apek.

Dedak dapat didapatkan dari proses pembuatan beras. Penggunaan dedak ini untuk menghasilkan kutu di dalam gedung walet. Penggunaan dedak tidak menimbulkan efek buruk bagi burung walet meskipun pada bulan pertama akan menimbulkan kenaikan suhu dan rasa panas dalam ruangan, namun keadaan tersebut dapat didinginkan pada bulan berikutnya.

Cara ini sangat efektif untuk memancing burung walet agar tetap tinggal dalam gedung. Penempatan dedak baiknya ditempatkan bukan hanya di dalam gedung saja, namun area sekitar gedung dan tempat burung walet beterbangan juga dapat diberi dedak.

Cara menggunakan dedak ini yaitu dengan memasukkan dedak yang telah dipilih ke dalam ember karet atau karung. Tetap biarkan ember tersebut terbuka, namun jangan biarkan sampa terkena air karena dedap dapat menggumpal dan kutu tidak akan dapat tumbuh.

Setelah berlangsung dua minggu jika cara ini sukses maka akan muncul kutu kecuali yang berwarna coklat yang beterbangan yang nantinya dapat menarik perhatian dan memancing burung walet untuk datang ke tempat tersebut.

Untuk lebih memaksimalkannya sebaiknya membuat beragam jenis kutu dengan menambah gaplek yang telah dipotong-potong yang kemudian diletakkan di atas dedak.

Dengan menggunakan cara panjang ini maka nantinya hasil yang akan didapatkan akan lebih maksimal, hingga akhirnya akan burung walet akan menghasilkan sarang yang berkualitas dan burung walet pun akan lebih betah untuk tinggal di dalam gedung tersebut.

Cara panjang ini sebaiknya tidak dilakukan di area pemukiman padat penduduk karena di kawatirkan dapat mengganggu penduduk sekitar dengan memunculkan masalah bagi mereka. Cara ini sangat efektif dilakukan di area terbuka yang jauh dari keramaian dan aktivitas penduduk.

Leave a Reply

Kontak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan pada Menu Kontak yang telah Kami sediakan.
Distributor Sarang Walet Terpercaya & Profesional
Yogyakarta
Phone 085725510616
Copyright © 2016