Home » Artikel » Peluang Bisnis Budidaya Sarang Walet

Peluang Bisnis Budidaya Sarang Walet

Nov
15
2016
by : Fajar Setiyoko . Posted in : Artikel

Sudah pernahkah Anda mendengar tentang sarang walet? Sarang walet harganya terkenal mahal, dan mungkin masih banyak orang di antara kita yang baru melihatnya akan tetapi belum pernah mencicipinya.

Semenjak satu abad yang lalu sarang walet sudah diketahui mempunyai manfaat yang besar sekali. Mulainya pertama kali sarang walet mulai dikenal di tahun 1589 ketika Jendral Cheng Ho berlabuh dan membawa oleh-oleh dari Indonesia yang terbuat dari sarang walet untuk dijadikan sebagai hadiah untuk Kaisar Dinasti Ming.

Kemudian jamuan dari bahan sarang walet pun telah menjadi makanan favorit di kalangan istana, karena mengandung nutrisi yang banyak memberikan manfaat dan sukarnya untuk memperoleh sarang walet tersebut, menjadikan sarang walet memiliki harga yang mahal dan dijadikan sebagai masakan yang mewah dengan kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh.

Sarang walet hasil budidaya

Sarang Walet Hasil Budidaya

Sarang walet yang tersusun dari air liur walet dengan tekstur gelatin (seperti agar-agar), baunya seperti telur putih, memiliki banyak manfaat seperti menghaluskan kulit dan menjadikan hasil warna kulit yang bersih bersinar dari dalam.

Air liur burung walet, terdiri glyco-protein yang membantu produksi sel-sel yang berfungsi membantu sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian energi yang ada dalam 100 gram (sekitar 12 keping besar) sarang walet adalah sebanyak 345 kilo kalori kandungan protein sejumlah 85% dan 0,3% lemak. Mineral yang terdapat di dalam sarang walet yaitu kalsium, zat besi, dan asam amino (amida, humin, arginin, sistin, histidin dan lisin).

Mineral-mineral yang terkandung pada sarang walet sangat efektif untuk mendukung kinerja tubuh. Terkandung 6 mineral penting seperti besi, phospor, kalium, kaslium, dan natrium. Di dalam tubuh, kalsium bekerja untuk mendukung proses pembentukan tulang.

Di dalam sarang walet terdapat protein. Protein yang ditemukan dalam sarang walet di dalam tubuh memiliki fungsi sebagai zat pembaharuan (renegenerasi). Protein menghasilkan sel-sel dan jaringan baru serta juga bertindak aktif di sistem metabolisme tubuh.

Budidaya Sarang Walet

Budidaya sarang walet

Budidaya Sarang Walet

Pembudidayaan sarang walet dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan melakukan budidaya di tempat alami seperti di gua-gua alam, dan dapat dilakukan di gedung-gedung yang populer dengan sebutan sarang walet rumahan.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Sarang walet yang didapat dari gua-gua alam biasanya memiliki harga yang lebih rendah jika dibandingkan dengan sarang walet rumahan.

Lebih tingginya harga sarang walet rumahan ini dikarenakan sarang walet hasil rumahan bentuk dan kualitasnya lebih baik jika dibandingkan dengan sarang walet gua. Selain itu dari segi kebersihan sarang walet rumahan juga lebih baik dari sarang walet gua.

Proses Panen Sarang Burung Walet

Proses panen sarang brurung walet

Panen Sarang Walet

Pada saat proses memanen sarang walet juga harus melihat waktu yang tepat dan dilakukan dengan cara yang benar agar nantinya burung walet tidak terlalu terganggu. Jika kita mengambil sarang walet begitu saja, maka nanti akibatnya bisa fatal.

Jika sembarangan mengambil begitu saja, nantinya bisa jadi sarang walet rusak dan malah tidak laku, kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah burung-burung walet pindah sarang ke tempat gedung yang lainnya.

Terdapat beberapa cara untuk memanen sarang burung walet. Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kelemahanannya sendiri-sendiri. Berikut cara yang dapat digunakan untuk memanen sarang burung walet

1. Memanen sarang walet setelah penetasan

Dengan cara ini pemanenan dilakukan setelah menunggu induk walet menetaskan telur-telurnya. Setelah telur menetas dan menjadi piyikan, barulah sarang dapat diambi. Sarang walet dapat diambil setelah piyikan walet mulai bisa terbang sendiri.

Pada saat itulah sarang aman untuk diambil karena tidak ada telur maupun piyikan di dalamnya. Kelebihan memanen seperti ini adalah sarang walet yang dipanen akan lebih tebal. Selama masih ada telur dan piyikan di dalam sarang induk walet terus meletakkan air liurnya sampai piyikan dapat terbang.

Kekurangan melakukan pemanenan dengan cara ini adalah harga sarang walet akan cenderung rendah, ini disebabkan karena sarang walet tersebut akan memiliki warna kehitaman, jika semakin lama tidak dipetik maka akan semakin menghitam karena tercampur dengan campuran bulu dan lainnya.

2. Memanen sarang walet dengan cara rampasan

Dengan cara ini dapat dilakukan dengan mengambil sarang walet yang telah selesai dibuat oleh induk walet yang sudah siap bertelur. Kelebihan memanen dengan cara rampasan adalah sarang nantinya akan memiliki harga jual yang lebih tinggi, karena warna dari sarang walet tersebut lebih putih dan bersih.

Sedangkan kekurangannya, induk walet nantinya bisa-bisa kekurangan air liur untuk membangun kembali sarangnya. Imbasnya adalah sarang walet akan menjadi lebih tipis karena air liur walet berkurang.

Harga sarang walet

Panen hasil budidaya sarang walet

Sarang Walet Hasil Panen

Terdapat beberapa jenis sarang walet yang masing-masing mempunyai tingkatan harga sarang walet yang berbeda-beda. Dari kebanyakan sarang walet yang biasanya diperjualbelikan mempunyai harga yang beraneka ragam tergantung jenisnya. Misalnya saja sarang putih, sarang merah, sarang hitam, sarang rumut, dan lainnya.

Sarang walet putih adalah Sarang walet yang seluruhnya tersusun dari air liur walet (saliva), walaupun sering ada sedikit campuran seperti bulu-bulu halus dari brurung walet. sarang walet ini berwarna putih sehingga sering juga disebut dengan nama edible-nest swiftlet, Yen-yu.

Harga sarang walet dengan warna putih yang diperoleh dari gua alam berkisar sekitar Rp. 5.000.000 hingga Rp. 8.000.000, sedangkan sarang walet putih yang didapat dari gedung atau sarang walet rumahan berharga lebih tinggi, yaitu berkisar sekitar Rp. 10.000.000, sampai Rp. 17.000.000, harga bahkan dulunya pernah bisa lebih tinggi lagi.

Untuk sarang walet yang berwarna hitam dibuat dari campuran air liur yang tercampur dengan bulu-bulunya. Campuran bulu-bulunya sering kali lebih banyak dan merata, karena itu memberi kesan sarang tersebut berubah jadi berwarna hitam yang disebut dengan Black-nest swiflet.

Harga Sarang walet dengan warna hitam berkisar sekitar Rp. 1.000.000, sampai Rp. 4.000.000, per kilogramnya. Rendahnya harga sarang walet yang berwarna hitam ini dipengaruhi oleh kandungan air liur walet di dalam sarang itu hanya sekitar antara 50 – 60% saja.

Sarang walet dengan warna hitam ini berada pada lokasi yang sayup-sayup atau dengan tingkat terangnya rendah dan biasanya tidak bertempat yang terlalu gelap. Sarang walet ini disusun memakai campuran air liur dan material lain seperti daun cemara, daun pinus, rumput kering, bunga, maupun bahan lainnya.

Sarang walet jenis ini mempunyai harga berkisar kira-kira Rp. 750.000 sampai Rp. 1.500.000 per kilogramnya. Ini dikarenakan setiap sarang walet ini hanya mempunyai kandungan air liur seberat 3 – 5 gram saja.

Sarang walet lumut apabila masih belum lama dan normal keadaannya akan memiliki warna hijau, jika sarang sudah cukup lama maka akan berubah warnanya menjadi cokelat kehitaman dan kering. Sarang walet lumut yang tidak baru lagi akan memiliki kualitas dan harga yang terendah dari yang lain sebab pemisahannya akan lebih sulit sebab telah bersatu dengan bahan lumut.

Harga sarang walet lumut ini mempunyai harga yang lebih rendah, yaitu berkisar sekitar Rp 100.000 sampai Rp. 200.000 per kilogramnya. Harga yang rendah dari sarang walet lumut ini karena sarang hanya memiliki kandungan liur sejumlah 2 sampai 3 gram saja.

Leave a Reply

Kontak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan pada Menu Kontak yang telah Kami sediakan.
Distributor Sarang Walet Terpercaya & Profesional
Yogyakarta
Phone 085725510616
Copyright © 2016