Home » Artikel » Bagian Sarang Burung Walet

Bagian Sarang Burung Walet

Jan
16
2017
by : Fajar Setiyoko . Posted in : Artikel
Bagian sarang burung walet

Sarang Burung Walet

Setiap jenis masing-masing memiliki bentuk sarang yang berbeda-beda. Burung walet membuat sarangnya berbeda dengan burung-burung lainnya. Burung walet membuat sarangnya dari air liurnya sendiri yang ditempelkan pada dinding-dinding gua maupun dinding gedung rumah.

Burung walet tempat tinggal alaminya adalah gua-gua alam. Biasanya burung walet akan membuat sarangnya pada dinding-dinding gua. Namun, saat ini telah banyak burung walet yang sengaja dibudidayakan di gedung-gedung.

Para peternakan atau pembudidaya burung walet bertujuan untuk mendapatkan sarang dari burung walet ini. Sarang burung walet memiliki harga jual yang tinggi, arena itu banyak orang yang berminat untuk membudidayakannya.

Burung walet akan muai membuat sarang di saat mulai memasuki umur 8 bulan lebih. Ketika burung walet memasuki masa reproduksi, burung walet tersebut akan mulai menghasilkan air iur. Pada waktu menghasilkan air liurnya tersebut burung walet membuat sarangnya.

Burung walet tidak hanya yang betinanya saja yang menghasilkan dan membuat sarang, akan tetapi burung walet jantan juga turut membantu dalam membangun sarangnya.

Mengenal Bagian-bagian Sarang Burung Walet

Sarang burung walet memang berbeda dengan sarang dari jenis burung yang lainya. Bagian-bagian sarang walet memiliki fungsinya sendiri, ini bertujuan agar sarang tetap kokoh menempel pada dinding tempat bersarang.

Ukuran dari setiap sarang burung walet juga berbeda-beda, ada yang besar dan ada juga yang kecil. Perbedaan sarang walet ini dipengaruhi karena produksi air liur tiap burung walet tidak sama, karena ukuran dan ketebalan sarang yang satu dengan sarang yang lainnya juga tidak sama.

Jadi pembuatan sarang berbeda tergantung dari produksi air liur. Untuk bentuk sendiri dipengaruhi oleh bagaimana bentuk dari permukaan dinding tempat sarang tersebut melekat. Untuk dapat melekat pada dinding sarang walet dibangun sekokoh mungkin oleh burung walet. Terdapat bagian sarang walet yang memiliki fungsi tertentu. Lalu apa saja bagian dari sarang walet tersebut, berikut penjelasannya:

Bagian sarang burung walet

Bagian sarang burung walet

1. Bagian Kaki Sarang Burung Walet

Bagian kaki sarang ini merupakan bagian yang paling vital dari struktur sarang. Bagian kaki sarang walet ini terdapat di kedua sisi bagian atas sarang. Jarak antar kaki sarang yaitu sekitar 5 hingga 10 cm. Besarnya jaraknya kaki sarang tergantung pada besar kecilnya sarang akan dibuat.

Bagian kaki sarang ini memiliki fungsi utama yaitu sebagai bagian yang menentukan kokoh tidaknya sarang walet menempel atau menggantung pada tempatnya. Jadi kekuatan sarang bergantung pada kuatnya kaki-kaki sarang walet tersebut.

Kaki sarang walet yang kurang terlalu kuat akan menyebabkan sarang menjadi mudah lepas (ambrol) dari tempat melekatnya. Jika itu terjadi maka akan membahayakan bagi telur maupun piyikan burung walet sarai sarang tersebut.

Agar dapat melekat secara kuat pada dinding atau papan sirip, kaki sarang disusun dari air liur yang ditumpuk-tumpuk dan tidak beraturan. Semua jenis burung walet akan membuat sarang dengan terlebih dulu membuat bagian kaki-kaki sarang sebelum membuat bagian yang lainnya.

2. Bagian Fondasi Sarang Burung Walet

Bagian ini merupakan bagian yang menghubungkan kedua kaki-kaki sarang yang menempel pada dinding atau papan sirip. Fungsi dari fondasi ini yaitu untuk mendukung kaki-kaki sarang agar sarang lebih kokoh dan kuat.

Bentuk fondasi ini bermacam-macam sesuai dengan permukaan tempat melekatnya sarang. Ada sarang yang memiliki bentuk cekung menyerupai huruf U, ada yang bentuk cekungnya tidak terlalu dalam, dan ada juga sarang dengan bentuk yang agak datar.

Pada sarang walet yang terdapat pada gua, fondasi sarang tersebut bentuknya tidak beraturan, bentuk yang tidak beraturan tersebut karena sarang menyesuaikan lekuk-lekuk dari permukaan dinding gua.

3. Bagian Dinding Sarang Walet

Pada umumnya sarang burung walet memiliki bentuk seperti mangkuk dibelah, jadi dinding sarang walet melengkung semacam mangkuk. Dinding sarang burung walet ini memiliki ukuran besar kurang lebih 3 hingga 6 cm.

Dinding sarang walet memiliki ketebalan sekitar 2 hingga 4 mm dengan tinggi berkisar dari 2 hingga 5 cm. Semakin tebal dinding sarang burung walet ini maka semakin kuat dan kokoh untuk menampung telur maupun anakan burung walet beserta induknya.

Dinding sarang burung walet ini dibangun secara perlahan-lahan dari air liur burung walet yang disusun sejajar dan saling melekat satu sama lain. Biasanya bagian dinding belakang menempel pada dinding atau sirip papan sehingga burung walet membuat dinding bagian depan dan samping saja.

Burung walet yang membuta sarangnya pada langit-langit gua, bagian dinding belakang sarangnya tidak menempel pada bebatuan gua, akan tetapi terhubung ke fondasi dan kaki sarang. Sarang ini biasanya memiliki bentuk menyerupai senduk makan. Sarang bentuk sendok makan ini juga akan dapat kita temui pada burung walet yang membuat sarangnya pada rumah walet pada bagian atap yang terbuat dari bambu. Orang menyebut sarang ini dengan sebutan “sarang lidah naga”.

Dinding sarang walet ini memiliki fungsi yaitu untuk menampung dan menjaga telur ataupun piyik burung walet agar tidak jatuh.

4. Bagian Bibir Sarang Burung Walet

Bagian bibir sarang merupakan bagian tepi sarang yang bentuknya seperti setengah lingkaran atau seperti huruf U, ada juga bentuk bibir sarang yang tidak terlalu cekung. Bentuk bibir sarang tersebut mengikuti dari bentuk sarang.

Pada bagian muka bibir sarang umumnya tipis dengan ketebalan berkisar 2 hingga 4 mm, sedangkan bagian samping yang menghubungkan keki-kaki sarang cenderung lebih tebal. Meski memiliki ketebalan yang tidak terlalu tebal, namun bagian bibir sarang tersebut dibangun cukup kuat.

Bibir sarang ini memiliki fungsi yaitu sebagai pembatas agar telur dan piyikan burung walet tidak mudah jatuh. Selain itu, bibir sarang juga menjadi tempat hinggap induk burung walet yang hendak masuk ke dalam sarangnya.
Pada saat induk burung walet memberikan makan pada anaknya (feeding visits), bibir sarang inilah yang menjadi tempat induk menggantung sambil memberikan makan pada anaknya.

Pada malam hari induk burung walet akan tidur dan menjaga anaknya dengan mengaitkan kakinya pada bibir sarang. Jika sudah 1,5 bulan, maka anakan burung walet sudah tidak lagi tidur di dalam sarang, namun menggantungkan tubuhnya pada bibir sarang yang juga berguna untuk melatih otot kakinya.

5. Bagian Dasar Sarang Burung Walet.

Bagian dasar sarang ini merupakan bagian alas sarang yang berbentuk cekung seperti dasar mangkuk. Fungsi dari dasar sarang walet ini yaitu sebagai tempat telur, mengeram, dan alas bagi piyik walet.

Pada dasar sarang burung walet ini terdapat ruang yang berongga, fungsinya sebagai kantung udara. Rongga ini memang sengaja dibuat oleh induk burung walet dengan tujuan agar suhu menjadi lebih hangat saat proses pengeraman atau pada waktu membesarkan piyik.

Dibanding bagian lain, bagian dasar sarang adalah bagian yang paling mudah keropos. Hal ini disebabkan karena adanya sisa-sisa kotoran piyik walet yang mengenai dasar sarang walet tersebut.

Pada pemakaian ulang bagian dasar saran tersebut akan ditambal oleh induk walet agar menjadi utuh kembali. Selain menjadi utuh, ha tersebut menjadikan sarang akan menjadi lebih tebal.

Leave a Reply

Kontak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan pada Menu Kontak yang telah Kami sediakan.
Distributor Sarang Walet Terpercaya & Profesional
Yogyakarta
Phone 085725510616
Copyright © 2016